PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA SMPN-1 BARUSJAHE PADA MATERI LAPISAN ATMOSTER

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA SMPN-1 BARUSJAHE PADA MATERI LAPISAN ATMOSTER
GIMIN GINTING
Guru IPS SMP Negeri 1 BarusjaheKabupaten Karo

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VII-3 SMP Negeri 1 Barusjahe pada materi pelajaran lapisan atmosfer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus pembelajaran. Setiap siklus yang dilaksanakan diawali dengan kegiatan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa aktivitas siswa selama proses pembelajaran mengalami perubahan dari menerima informasi menjadi mencari informasi ilmu, dari kerja secara mandiri menjadi bekerja dalam kelompok dan saling berbagi pengetahuan.

Kata kunci: model pembelajaran, numbered heads together, aktivitas belajar
PENDAHULUAN
Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia Indonesia, baiksebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Dalam meningkatkan pendidikan Indonesia kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan kegiatan yang harus ditingkatkan, sehingga tercapai tujuan pendidikan dalam bentuk terjadinya perubahan tingkah laku, pengetahuan maupun keterampilan dalam diri siswa. Selama kegiatan belajar mengajar di kelas, strategi pembelajaran memegang peranan penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sebagai pelaksana pendidikan terdepan, harus mampu merencanakan strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa melalui kegiatan belajar mengajar dikelas. Potensi tersebut dapat dikembangkan sendiri oleh siswa apabila didalam diri siswa terdapat minat untuk mengetahui sesuatu. Untuk menumbuhkan minat siswa, guru harus memiliki pengetahuan tentang berbagai strategi pembelajaran, sehingga siswa menjadi termotivasi dan senang mengikuti kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini, masalah guru yang berhubungandengan model-model pembelajaran untuk memperbaiki hasil belajar dan aktivitas dan sikap belajarnya adalah banyak guru yang belum memahami penerapan model-model pembelajaran yang ada. Untuk menang-gulangi masalah ini guru-guru SMPN-1 Barusjahe menjalin kerjasama dengan lembaga Penelitian Universitas Negeri Medan dengan guru-guru SMPN-1 Barusjahe. Oleh karena itu diperlukan adanya perbaikan di dalam proses belajar mengajar di sekolah-sekolah untuk mengatasi kesulitan belajar siswa. Salah satu caranya adalah dengan memberikan penataran atau seminar-seminar untuk memperkenalkan model, metode, strategi, dan lain sebagainya kepada guru-guru. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru agar guru lebih bervariasi dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehingga menarik minat siswa. Untuk memperjelas masalah yang akan dibahas, maka yang menjadi rumusan dalam penelitianini adalah (1) Bagaimana hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together selama kegiatan belajar mengajar? (2) Bagaimana aktivitas siswa saat bekerja dalam kelompok kooperatif? (3) Bagaimana respon siswa saat tentang model pembelajaran yang diterapkan oleh guru? Setelah menetapkan rumusan masalah di atas makatujuan peneliti

annya adalahuntuk (1) mengetahui hasil belajar siswa secara individu pada awal pertemuan dan akhir  pertemuan di dalam kelas, (2) mengetahui aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Togethers selama kegiatan belajar mengajar, (3) mengetahui respon siswa tentang model pembelajaran yang diterapkan oleh guru.

TINJAUAN PUSTAKA
Defenisi Belajar
Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti, bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarga sendiri. Oleh karenanya, pemahaman yang benar mengenai arti belajar dengan segala aspek, bentuk, dan manifestasinya mutlak diperlukan oleh para pendidik. Kekeliruan atau ketidak-lengkapan persepsi mereka terhadap proses belajar dan hal-hal yang berkaitan dengannya mungkin akan mengakibatkan kurang bermutu-nya hasil belajar yang dicapai peserta didik.

Tahapan Pembelajaran Kooperatif
Secara garis besar berikut penjelasan tahapan-tahapan dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif yang diterapkan:

Tahap persiapan
Dalam pendahuluan menekan pada apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok dan menginformasikan mengapa hal itu penting. Informasi tersebut ditujukan untuk memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep-konsep yang akan mereka pelajari. Dalam tahap ini, guru mempersiapkan materi yang dirancang sedemikian rupa untuk pembelajaran berkelompok. Sebelum KBM dimulai, guru memperkenalkan keterampilan kooperatif dan menjelaskan aturan-aturan dasar pembelajaran kooperatif, yaitu: (a) tetap berada pada kelompok, (b) ajukan suatu pertanyaan kepada kelompok sebelum mengajukan pertanyaan kepada guru, (c) mem-berikan umpan balik terhadap ide-ide dan menghindari kritik sesama dalam kelompok.

Tahap penyajian materi
Penyajian materi dilakukan oleh guru dengan menggunakan media, umumnya melalui pengajaran secara langsung dan diskusi. Dalam hal ini, siswa harus menyadri bahwa mereka harus benar-benar memperhatikan materi yang disajikan, karena itu akan membantu mereka untuk bekerja sama dalam kelompok dan mengerjakan tes dengan baik. Tahap kegiatan kelompok Dalam kerja kelompok, guru memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada setiap kelompok, masing-masing anggota kelompok memikirkan dan menajwab pertanyaan tersebut. Selajutnya saling membagi ide-ide atau pendapat terhadap pertanyaan tersebut, memberi informasi hasil pekerjaannya dan mendiskusikan jawaban yang paling tepat. Setiap anggota kelompok diyakin-kan bahwa mereka harus mengetahui dan memahami jawaban dari pertanyaan tersebut.

Tahap tes hasil belajar
Selama satu sub materi pokok diajarkan, dilakukan tes terhadap siswa. Tes dikerjakan secara mandiri agar siswa dapat menunjukkan apa yang telah ia pelajari selama bekerja dalam kelompok.

Klik Untuk Baca Selengkapnya / CETAK Dokumen ini