PEMANFAATAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MERBAU

Pemanfaatan  Model Pembelajaran  Role Playing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Merbau

Erlina

Guru Pendidikan Biologi  SMA Negeri 1 Merbau Kab. Labuhan Batu Utara

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan keaktifan belajar siswa kelas XI  pada mata pelajaran Biologi dengan memanfaatkan model role playing dalam materi sistem ekskresi pada manusia. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Merbau, semester genap Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 38 orang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri atas tahap perencaan, tindakan, observasi dan refleksi pada dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa perolehan rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 60 dan pada siklus II rata-ratanya menjadi 80. Keaktifan belajar siswa menjadi sangat aktif, pada siklus I dan II antara 86%-96% dan kemampuan mengajar guru dengan kategori baik. Dengan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa penggunaan model pembelajaran role playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem ekskresi pada manusia karena telah mampu meningkatkan hasil belajar siswa mencapai 80 yang telah melampaui nilai KKM Biologi yaitu 75. Pemanfaatan model pembelajaran role playing juga dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar serta dapat pula memperbaiki kemampuan pengajaran guru pada SMA Negeri 1 Merbau Tahun Pelajaran 2012/2013.

 Kata kunci: model pembelajaran role playing, hasil belajar siswa, sistem ekskresi pada  manusia

 

 PENDAHULUAN

     Mata pelajaran Biologi merupakan pelajaran yang menarik, jika siswa menemukan ketertarikan pada pelajaran ini. Tetapi faktanya, banyak siswa yang kurang tertarik pada pelajaran Biologi, karena penyampaian materi-materi oleh guru Biologi selama ini sangat membosankan. Hal ini terjadi pada sekolah kami di SMA Negeri 1 Merbau, hal ini dapat dilihat pada hasil belajar siswa berupa nilai-nilai dalam pelajaran Biologi. Pada dokumentasi daftar nilai semester I kelas XI IPA bahwa hampir 45% siswa mendapat nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75 pada pelajaran Biologi.

     Disadari selama ini sistem pembelajaran yang ada cenderung monoton, yaitu menggu­nakan metode ceramah dan mencatat sehingga proses pembelajaran hanya berjalan satu arah. Selain itu juga kebanyakan siswa ketika Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung melakukan aktivitas di luar aktivitas belajar, seperti berbicara dengan teman sebangku, mengganggu teman-teman di belakang atau didepan bangku, bahkan ada siswa yang sibuk bermain handphone (HP) ketika proses belajar-mengajar. Aktivitas tersebut berpengaruh pada hasil belajar siswa, yaitu nilai ulangan harian yang diperoleh dibawah KKM.

     Ini tentunya menjadi salah satu kendala dalam belajar, karena belajar tidak hanya mengharapkan siswa mendapatkan nilai yang tinggi, tetapi siswa juga diharapkan dapat bersosialisasi dengan teman dan lingkungan agar siswa kelak dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

     Pada penelitian ini guru menggunakan metode Role Playing untuk menyelesaikan masalah dalam pembelajaran, khususnyanya pada materi sistem ekskresi pada kelas XI SMA Negeri 1 Merbau. Karena dengan metode role playing, diharapkan siswa akan lebih tertarik dalam belajar. Menurut Kincoko (2010) Role Playing sebagai suatu metode pembelajaran bertujuan untuk membantu siswa menemukan makna diri (jati diri) di dunia sosial dan memecahkan dilema dengan bantuan kelompok. Artinya, melalui bermain peran-peran yang berbeda dan memikirkan perilaku dirinya dan perilaku orang lain. Proses bermain peran ini dapat memberikan contoh kehidupan perilaku manusia yang berguna sebagai sarana bagi siswa untuk (a) mengali perasaannya, (b) memperoleh inspirasi dan pemahaman yang berpengaruh terhadap sikap, nilai dan persep­sinya, (c) mengembangkan keterampilan dan sikap dalam memecahkan masalah, dan (d) mendalami mata pelajaran dengan berbagai macam cara.

     Pendapat Usman (1995) mengemukakan kualitas dan kuantitas belajar siswa di dalam kelas bergantung pada banyak faktor, antara lain ialah guru, hubungan pribadi antara siswa di dalam kelas serta kondisi umum dan suasana di dalam kelas.

     Tujuan Penelitian dalam penelitian ini: (1) Meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok sistem ekskresi pada manusia dengan penerapan metode Role Playing pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Merbau Tahun Pelajaran 2012/2013. (2) Mengetahui aktivitas belajar siswa ketika proses belajar-mengajar menggunakan metode Role Playing di kelas XI IPA. (3) Mengetahui respon siswa setelah proses belajar-mengajar menggunakan metode Role Playing.

     Hamid (2009) mengemukakan bahwa hasil pembelajaran adalah semua efek yang dapat di jadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran di bawah kondisi yang berbeda. Seperti halnya variabel metode dan kondisi pembelajaran, variabel hasil pembelajaran juga dapat diklasifi­kasi dengan cara yang sama.

     Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi siswa: Meningkatkan pemahaman siswa akan materi yang telah disampaikan oleh guru. Memberikan suasana pembelajaran yang menye­nangkan, Membiasakan siswa untuk belajar aktif dan kreatif, dan akan meningkatkan tanggung jawab dan rasa kebersamaan. Bagi guru; Memberi informasi untuk menyeleng­garakan pembelajaran aktif dalam mengem­bangkan dan meningkatkan mutu pendidikan. Memberi wacana baru tentang pembelajaran aktif melalui model pembelajaran role playing. Bagi sekolah, untuk memberi informasi kepada kepala sekolah mengenai pentingnya variasi metode pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar.

     Salah satu bantuan yang dapat dilaksa­nakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan metode pembela­jaran role playing. Metode pembelajaran role playing merupakan suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran memulai pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa…..

Klik Untuk Baca Selengkapnya / DOWNLOAD Dokumen ini