MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI PENERAPAN METODE EXPOSITORY BERBASIS SOCRATIC DIALOG-DEMONSTRASI

MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI PENERAPAN METODE EXPOSITORY BERBASIS SOCRATIC DIALOG-DEMONSTRASI
Sudiran
Guru IPA-Fisika SMP Negeri 3 Satu Atap Pangkalan Susu
sudiranlangkat@gmail.com

ABSTRAK

Penelitianini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika dan membangun karakter siswa kelas IX SMP Negeri 3 Satu Atap Pangkalan Susu melalui penerapan metode expositoryberbasis Socratic dialog-demonstrasi.Metode penelitian yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas melaluitiga siklus pembelajaran. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemahaman siswa tentang konsep kelistrikan meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas belajar. Metode pembelajaran yang diterapkan memberikan kontribusi yang baikterhadap aktivitas belajar dan kemampuan berkomunikasi. Melalui dialog langsung sifat jujur siswa akan terbentuk, karena jawaban yang diberikan siswa pada saat itu tidak ada intervensi pihak manapun.

Kata kunci: pemahaman konsep, metode expository, metode demonstrasi, socratic dialog

Pendahuluan
Dalam upaya meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar, para ahli pembelajaran telah menyarankan penggunaan paradigma pembelajaran konstruktivistik untuk kegiatan belajar-mengajar di kelas. Dari perubahan paradigma belajar tersebut terjadi perubahan fokus pembelajaran dari belajar berpusat pada guru kepada belajar berpusat pada peserta didik. Ini berarti,ketika guru mengajar di kelas, harus berupaya menciptakan kondisi lingkung-an belajar yang dapat membelajarkan siswa, dapat mendorong siswa belajar atau memberi kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif mengkonstruksi konsep-konsep yang dipelajari-nya. Kondisi belajar dimana siswa hanya menerima materi dari guru, mencatat, dan menghafalnya harus diubah menjadi sharing pengetahuan, mencari, menemukan pengetahuan secara aktif sehingga terjadi peningkatan pemahaman (bukan ingatan). Untuk mencapai tujuan tersebut, guru dapat menggunakan pendekatan, strategi, model atau metode pembelajaran inovatif.Disamping itu, menanamkan budaya ilmiah kepada siswa juga sangat penting sebagai pembinaan karakter. Jadi, membangun karakter siswa itu harus integratif dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan. Dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan dalam KTSP, siswa harus ikut terlibat secara langsung selama proses pembelajaran supaya mereka memperoleh pengalaman dari proses pembelajaran. Pendidikan fisika menekankan pada pemberian pengalaman untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan fisika diarahkan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu siswa memperoleh pemahaman yang mendalam tentang alam. Pelajaran fisika di SMP menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar guru mampu mengembangkan suatu strategi dalam mengajar yang dapat meningkatkan motivasi siswa, sehingga keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar meningkat. Untuk itu,penggunaan metode dan pendekatan pembelajaran yang tepat dan bervariasi diharapkan akan meningkatkan aktivitas belajar siswa, dan dengan meningkatnya aktivitas selama pembelajaran, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika yang berdampak pada hasil belajarnya. Berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir di SMP Negeri 3 Satu Atap Pangkalan Susu, diketahui bahwa pemahaman siswa terhadap konsep fisika masih sangat rendah, khususnya konsep kelistrikan. Faktor penyebab-nya adalah (1) siswa tidak menyenangi pelajaran fisika yang disebabkan banyaknya perhitungan matematika, sementara dasar matematika mereka lemah, (2) motivasi belajar siswa sangat rendah karena lingkungan tempat tinggal mereka pada umumnya anak-anak yang kurang perhatian orang tua dalam belajar, (3) sekolah tidak memiliki alat dan bahan yang dapat digunakan untuk melakukan percobaan, sehingga belajar fisika terkesan belajar fisika dongeng, (4) metode atau strategi mengajar yang diterapkan guru belum sepenuhnya terfokus pada aktivitas siswa, sehingga siswa cenderung pasif menunggu informasi ilmu dari guru, (5) siswa terkesan tidak jujur dalam membuat tugas-tugas yang diberikan. Mengingat alat dan bahan yang diperlukan dalam proses pembelajaran tidak ada di SMP Negeri 3 Satu Atap Pangkalan Susu, maka guru mengusahakan alat dan bahan tersebut dengan meminjam ke SMA Negeri 1 Binjai Kabupaten Langkat dan jumlahnya terbatas. Selain hal tersebut, buku-buku IPA-Fisika sebagai sumber bahan ajar juga sangat terbatas, baik jenis (penerbit) maupun jumlahnya. Atas dasar ini, penyelesaian masalah pembelajaran fisika di kelas IX SMP Negeri 3 Satu Atap Pangkalan Susu menerapkan metode pembelajaran Expository berbasis Socratic Dialog dan demonstrasi. Metode pembelajaran Expository akan menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada peserta didik dengan tujuan supaya mereka dapat menguasaimateri pelajaran secara optimal. Metode Socratic Dialogakan menekankan pada pemberian stimulus dalam bentuk pertanyaan yang sifatnya menggali potensi siswa untuk berpikir secara kritis. Sedangkan metode pembelajaran demonstrasi akan menggiring peserta didik untuk melihat secara langsung fenomena fisika yang dipelajari, sehingga mereka dapat melihat dengan jelas keterkaitan antara teori fisika dengan kenyataannya.Dari pelaksanaan demonstrasi ini, sikap ilmiah siswa sebagai pembentukan karakter akan terbentuk, seperti jujur, terbuka, toleran, skeptis, optimis, pemberani dan kreatif. Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan diatas, masalah dalam penelitian ini adalah(1) Bagaimana cara menerapkan metode Expository berbasis Socratic Dialog-Demonstrasi untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika dan membangun karakter siswa kelas IX SMP Negeri 3 Satu Atap Pangkalan Susu TP2011/2012?(2) Bagaimana aktivitas siswa kelas IX SMP Negeri 3 Satu Atap Pangkalan Susu selama proses pembelajaran fisika berlangsung dengan menerapkan metode Expositoryberbasis Socratic Dialog-Demons-trasi? (3) Bagaimana peningkatan pemahaman konsep fisika dan terbentuknya karakter siswa kelas IX SMP Negeri 3 Satu Atap Pangkalan Susu setelah menerima tindakan pembelajaran dengan metode Expository berbasis Socratic Dialog-Demonstrasi? Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui cara menerapkan metode pembelajaran Expository berbasis Socratic Dialog-Demonstrasidalam meningkatkanpemahaman konsep fisika dan membangun karakter siswa kelas IX SMP Negeri 3 Satu Atap Pangkalan Susu.(2) menjelaskan aktivitas siswa kelas IX SMP Negeri 3 Satu Atap Pangkalan Susu selama proses pembelajaran fisika berlangsung dengan menerapkanmetode Expository berbasis Socratic Dialog-Demonstasi.(3) Menjelaskan…

Klik Untuk Baca Selengkapnya / CETAK Dokumen ini