MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM MENGUASAI KOSA KATA BAHASA INGGRIS MELALUI PERMAINAN KATA BERKAIT DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TEBAK KATA (GUESS WORDS) PADA SISWA KELAS X-2 MAN KUALASIMPANG

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM MENGUASAI KOSA KATA BAHASA INGGRIS MELALUI PERMAINAN KATA BERKAIT DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TEBAK KATA (GUESS WORDS) PADA SISWA KELAS X-2 MAN KUALASIMPANG
Ernawati
Guru Bahasa Inggris MAN Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam menguasai kosa kata bahasa Inggris pada siswa kelas X-2 MAN Kualasimpang melalui permainan kata berkait dengan menerapkan model pembelajaran tebak kata. Subjek penelitian berjumlah 27 orang terdiri dari 10 orang siswa laki-laki dan 17 orang siswa perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas melalui tiga siklus pembelajaran. Hasil analisis data mendeskripsikan bahwa aktivitas belajar siswa dalam menguasai kosa kata mengalami perubahan dari keadaan pasif menjadi aktif seiring dengan meningkatnya hasil belajar siswa. Perolehan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I 64,81, pada siklus kedua 69,07 dan pada siklus ketiga 72,80. Jumlah siswa yang tuntas pada siklus I 37,03%, siklus II 55,56%, siklus III 77,80%. Secara klasikal perolehan skor rata-rata aktivitas belajar siswa pada akhir siklus ketiga sebesar 3,16 dan termasuk dalam kategori aktif. Dapat dikatakanbahwa penerapan model pembelajaran tebak kata melalui permainan kata berkait dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pelajaran Bahasa Inggris.

Kata kunci: aktivitas belajar, kosa kata, permainan kata berkait, model pembelajaran tebak kata

PENDAHULUAN
Bahasa Inggris yang telah kita ketahui sebagai bahasa internasional memiliki peran penting dalam setiap aspek kehidupan. Bahasa ini digunakan sebagai alat untuk mentransfer ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan sebagainya. Juga berperan penting dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional siswa kita. Untuk itulah Bahasa Inggris diajarkan di Negara kita mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi, dengan harapan nantinya Negara kita akan mampu bersaing dengan Negara lain bahkan sejajar dengan mereka dalam penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan. Walaupun para siswa telah menyadari akan pentingnya penguasaan bahasa ini, pada kenyataannya masih banyak dari mereka yang beranggapan bahwa Bahasa Inggris adalah sebuah bahasa yang sulit dikuasai. Bahkan sebagian dari mereka memberi julukan “Monster” pada pelajaran ini. Ada juga diantara mereka mengatakan bahwa Bahasa Inggris termasuk bahasa yang tidak punya pendirian, karena teks yang tertulis dengan yang dibaca berbeda, seperti”book”dibaca”bug”. Tentu saja hal ini memberipengaruh pada sikap dan partisipasi mereka dalam proses pembelajaran. Jarang kita temui mereka tersenyum bahkan tertawa selama proses pembelajaran. Mereka banyak diam dan menjadi pendengar yang baik akibatnya tugas yang diberikan kepada mereka jauh dari harapan. Siapakah yang patut kita salahkan dengan kondisi tersebut diatas? Jawabannya adalah mungkin gurulah yang kurang mampu mengembangkan kreativitas dalam proses pembelajaran, dengan kata lain penyampaian materi hanya menggunakan cara monoton atau kurang bervariasi. Padahal seorang guru akan mampu mengajar efektif jika ia mau dan mampu mengembangkan kreativitas dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini guru tidak terpaku pada sebuah gaya mengajar tertentu, tetapi berusaha mengembangkan gaya khas sendiri yang unik yang dianggap paling efektif olehnya dan terus berusaha memodifi-kasinya. Dengan demikian seorang guru harus mempunyai jiwa inovatif yang menonjol serta selalu melakukan refleksi diri.Sehingga ia akan selalu melakukan evaluasi terhadap setiap langkah pembelajaran yang dilakukannya. Berdasarkan evaluasi tersebut ia akan berusaha mencari cara-cara inovatif dalam upaya meningkatkan penampilan diri yang lebih efektif. Guru bahasa Inggris juga hendaknya memiliki keterampilan dan wawasan untuk mengembangkan kreativitas dalam penyampaian keempat aspek (skill) yang harus dikuasai anak, yaitu Mendengarkan, Berbicara, Membaca dan Menulis.Sebagaimana yang tercantum pada panduan pembelajaran Bahasa Inggris SMA, ada sebuah prinsip yang harus kita perhatikan yaitubelajar efektif tanpa tekanan. Ini berarti proses pembelajaran hendaknya menyenangkan, sehingga siswa akan memiliki ruang yang cukup untuk berkreasi sesuai dengan bakat dan minat mereka. Menurut pengamatan selama mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris di MAN Kualasimpang, dapat diambil kesimpulan bahwa siswa kelas X-2masih memiliki banyak kelemahan dalam penguasaan kosa kata (vocabulary). Hal ini disebabkan karena minimnya keinginan untuk menguasai kosa kata sebagai pendukung dalam pembelajaran Bahasa Inggris…

Klik Untuk Baca Selengkapnya / CETAK Dokumen ini