ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN DENGAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS)

ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN DENGAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS)

ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN DENGAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS)

Rizki Amalia

Jurusan Pendidikan Fisika-Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apakah ada kemampuan pemahaman konsep siswa melalui model pembelajaran CPS dan model pembelajaran DI. (2) Apakah ada perbedaan kemampuan pemahaman konsep siswa antara yang memiliki tingkat berfikir kritis tinggi dan berfikir kritis rendah. (3) Apakah ada interaksi antara model pembelajaran CPS dan DI dengan tingkat kemampuan berfikir kritis untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Sampel penelitian dipilih secara acak dengan mengundi 4 kelas yang ada untuk mendapat 2 kelas sebagai sampel penelitian kelas pertama akan diajar dengan model pembelajaran Creative Problem Solving, kelas kedua diajar dengan model Direct Instruction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk hipotesis pertama terdapat perbedaan yang signifikan model pembelajaran CPS dan pembelajaran DI. Untuk hipotesis kedua disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tingkat pemahaman konsep tinggi dan tingkat pemahaman konsep rendah. Sedangkan hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa terdapat terdapat interaksi antara model pembelajaran dan tingkat pemahaman konsep terhadap tes hasil kemampuan berfikir kritis siswa.

 

Kata kunci: pemahaman konsep, kemampuan berfikir kritis dan creative problem solving (CPS), direct instruction

 

PENDAHULUAN

Fisika ditempatkan sebagai salah satu mata pelajaran yang penting dan harus dilaksa­nakan dengan sebaik mungkin agar siswa dapat menguasai konsep dan prinsip Fisika serta kemampuan berpikir kritis. Seperti ditegaskan oleh BSNP (2007) yang menyatakan bahwa  proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, mekemandirian peserta didik untuk berpartisipasi aktif, membe­rikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreati­vitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa agar dapat menguasai pengetahuan, konsep dan prinsip Fisika, memiliki kecakapan ilmiah, dan keterampilan berpikir kritis.

Pembelajaran Fisika diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memahami Fisika secara ilmiah. Fisika sebagai bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan hasil pengalaman langsung dari suatu gejala alam, membahas fenomena yang terjadi pada masalah-masalah nyata yang ada di alam, sehingga pembelajaran Fisika bukan hanya penguasaan berupa fakta, konsep dan prinsip tetapi juga suatu proses penemuan sistematis yang harus ditempuh siswa dalam menyelesaikan suatu masalah. Siswa didorong untuk menggunakan kemam­puan berfikir kritisnya dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *