ANALISIS KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MENYELESAIKAN MASALAH FISIKA DAN GAYA BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKURI

ANALISIS KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MENYELESAIKAN MASALAH FISIKA DAN GAYA BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKURI

 Muhammad Aswin Rangkuti dan Asmin

Jurusan Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Medan

aswin.rangkuti.89@gmail.com

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbedaan pembelajaran Fisika yang menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan direct teaching terhadap kemampuan berfikir kritis. (2) Mengetahui perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa pada kelompok siswa dengan gaya belajar visual, audiotori, reading, dan kinestetik. (3) Untuk melihat apakah ada interaksi pembelajaran Fisika yang menggunakan model inkuiri dengan gaya belajar terhadap kemampuan berfikir kritis siswa. Sampel penelitian dipilih secara acak dengan mengundi 4 kelas yang ada untuk mendapat 2 kelas sebagai sampel penelitiankelas pertama akan diajar dengan model pembelajaran inkuiri, kelas kedua akan diajar dengan model direct teaching. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa antara model pembelajaran inkuiri dan direct teaching dengan rata-rata lebih tinggi pada kelompok inkuiri dibandingkan DI. Untuk hipotesis kedua diperoleh bahwa terdapat perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa pada kelompok siswa dengan gaya belajar visual, audiotori, reading, dan kinestetik dengan perbedaan yang signifikan antara gaya belajar visual dengan kinestetis, visual dengan audiotori, kinestetis dengan audiotori, dan reading dengan audiotori. Hasil perhitungan hipotesis ketiga menunjukkan adanya interaksi pembelajaran Fisika yang menggunakan model inkuiri dengan gaya belajar terhadap kemampuan berfikir kritis siswa.

 

Kata kunci: model pembelajaran inkuiri, model pembelajaran, kemampuan berpikir kritis

 

CRITICAL THINKING SKILL ANALISYS PROBLEM SOLVING OF PHYSICS AND STUDENTS LEARNING STYLE ON BY INQUIRY LEARNING MODELS

 Muhammad Aswin Rangkuti dan Asmin

Physics Education Program, Graduated State University of Medan

aswin.rangkuti.89@gmail.com

Abstract. This study aimed to determine (1) The difference of learning physics using inquiry learning model and direct teaching on critical thinking skills. (2) Knowing the differences of students critical thinking skills in a student groups with visual, audiotori, reading, and kinesthetic learning style. (3) To see if there is interaction between learning using inquiry model with learning styles on the students’ critical thinking skills. Samples were selected randomly by raffle 4 classes for getting two classes.The First-class will be taught with inquiry learning model and the second class will be taught by direct teaching model. The result showed that there were differences in students’ critical thinking ability among models of inquiry learning and direct teaching with average higher in inquiry than direct teaching. For the second hypothesis was found that there were differences in students ‘critical thinking skill in a group of students with a visual learning style, audiotori, reading, and kinesthetic with significant differences between visual and kinesthetic, visual and audiotori, kinesthetic and audiotori, and kinesthetic and audiotori. The results of the third hypothesis suggests an interaction between inquiry models and learning styles on the result of chiritical thingking students.

 

Keyword : Inquiry Model Learning, Learning Style, Critical Thingking Skill

PENDAHULUAN

     Salah satu komponen yang perlu diperhatikan adalah peran kolaboratif antara siswa dan guru. Guru dituntut untuk menciptakan situasi yang mempengaruhi siswa dalam hal memahami konsep dari topik yang pada akhirnya bisa berdampak pada pencapaian hasil belajar yang optimal. Guru tidak harus mendominasi kegiatan pembelajaran (Gilkjaini & Ahmadi, 2011). Siswa seharusnya diberi kesempatan untuk meningkatkan hal yang bersifat konkret ke dalam bentuk ide-ide abstrak, memikirkan kembali hipotesis mereka, dan mencoba kembali percobaan-percobaan dan masalah-masalah.

     Untuk mengkonversi ide-ide abstarak ke dalam bentuk yang konkret salah satunya adalah dengan model pembelajaran inkuiri. Kurikulum inkuiri didasarkan pada konsepsi inductivist, di mana penemuan akan tercipta dari pengamatan-pengamatan yang ditaksir (Dewan Nasional Penelitian Pendidikan dan Pelatihan New Delhi, 2006). Pengajaran inkuiri akan membantu siswa untuk menciptakan disiplin ilmu dan keteram­pilan intelektual yang dibutuhkan untuk meng­ajukan pertanyaan dan menemukan jawaban berdasarkan rasa ingin tahunya. Pembelajaran ini juga akan memunculkan permasalahan dan teka-teki sehingga siswa akan termotivasi untuk menemukan jawaban dari teka-teki tersebut.

     Untuk eksperimen berbasis ilmu penge­tahuan alam menjadi efektif, harus ada ruang dan waktu bagi guru dan siswa untuk meren­canakan percobaan, mendiskusikan ide-ide, dan dengan teliti mencatat dan menganalisis pengamatan. Sebuah pedagogi yang baik pada dasarnya harus merupakan campuran pendekatan-pendekatan yang efektif, dan inkuiri menjadi salah satu dari pendekatan itu.

     Kemampuan satu siswa dengan yang lainnya sangatlah heterogen, sehingga diperlukan penjajakan perilaku awal siswa sebelum memulai proses pembelajaran. Untuk menen­tukan prilaku awal, ada tiga alat yang digunakan, yaitu perangkat belajar (learning set), kemampuan belajar (learning abalities), dan gaya belajar (learning style).

     Ada empat gaya belajar yaitu visual, audiotori, reading, dan kinestetik. Karena terdapat gaya belajar yang berbeda, penting bagi guru untuk memasukkannya dalam kegiatan kurikulum mereka yang berhubungan dengan masing-masing gaya belajar sehingga semua siswa dapat berhasil dalam kelas mereka. Sementara kita menggunakan semua indera kita untuk menerima informasi, kita masing-masing tampaknya memiliki preferensi dalam bagaimana cara kita belajar yang terbaik. Untuk membantu semua tipe gaya belajar siswa, kita perlu mengajar preferensi sebanyak mungkin. Dengan tidak diperhatikannya gaya belajar siswa, maka motivasi siswa untuk belajar akan rendah, dan akan berdampak pada hasil belajar yang diperolehnya. Selain motivasi, kemampuan…..

     Karakteristik siswa dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar Fisika yang dilakukan oleh siswa itu sendiri untuk berprestasi……

Klik Untuk Baca Selengkapnya / DOWNLOAD Dokumen ini